1.     Gagasan

Gagasan untuk membangun suatu Rumah Sakit Pusat TNI AU tercetus dengan alasan bahwa TNI Angkatan Udara harus mempunyai tempat penampungan penderitanya sendiri dengan kegiatan-kegiatan yang meliputi kesehatan umum dan kesehatan khusus.   Kesehatan umum adalah dalam arti merawat dan mengobati para anggota TNI AU beserta keluarganya.   Sedangkan kesehatan khusus yaitu rangkaian kegiatan bidang Kesehatan Penerbangan, dengan mengadakan medical check-up, kegiatan penelitian dan pengembangan melalui tim kesehatan khusus, serta kegiatan dukungan operasi khusus tingkat angkatan (TNI) maupun nasional.Selain kegiatan - kegiatan tersebut diatas, rumah sakit mengadakan pula civic mission dengan melayani masyarakat di sekitarnya.

2.     Pengembangan Rumah Sakit

a.       Pendirian.           Pengembangan tahap pertama dimulai pada tanggal 19 Agustus 1961 dengan dibentuknya Depot Kesehatan 002 yang berkedudukan di Pangkalan Udara Husein Sastranegara, dipimpin oleh seorang Komandan yaitu Letnan Kolonel dr. Malikoel Saleh.   Pada tanggal 18 September 1962, dilakukan pemindahan kegiatan ke Ciumbuleuit dengan personel dan peralatan kesehatan yang sangat terbatas. Pelayanan rawat mondok, dengan kapasitas sebanyak 20 buah tempat tidur, kemudian ditingkatkan menjadi 96 buah tempat tidur, ini dikarenakan beban pelayanan Depot Kesehatan 002 yang semakin meningkat, antara lain melayani penderita dari Lanud Sulaiman (dahulu Pangkalan Udara Margahayu), Tasikmalaya, Kalijati, Jatiwangi (Sukani) serta rujukan awak pesawat dari PAU Halim Perdanakusuma, Iswahyudi dan Hassanudin.

b.   Pengembangan. Sejalan dengan kegiatan yang semakin meningkat, pembangunan tahap kedua dimulai bulan Mei 1964.   Setelah pembangunan tahap kedua selesai, kegiatan pelayanan kesehatan semakin meningkat ditandai dengan penambahan kapasitas tempat tidur menjadi 125 buah, demikian juga dengan personelnya.

c.       Perubahan Status Depot Kesehatan Menjadi Rumah Sakit.   Berdasarkan Surat Keputusan Menteri/ Panglima Angkatan Udara No. 158 / PERS MKS / 1965 tanggal 31 Desember 1965, maka sejak tanggal 1 Januari 1966 Depot Kesehatan 002 ditetapkan sebagai Rumah Sakit “Wisma Angkasa Dharma”.   Rumah Sakit “Wisma Angkasa Dharma” dipimpin oleh seorang Direktur, yaitu Letnan Kolonel Udara dokter Malikoel Saleh.   Pada tanggal 2 Mei 1966, Rumah Sakit “Wisma Angkasa Dharma” ditetapkan sebagai Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RUSPAU) berdasarkan keputusan Menteri/Panglima Angkatan Udara Nomor : 45 tahun 1966,   Rumah Sakit Pusat   Angkatan Udara (RUSPAU), dipimpin oleh seorang Komandan yaitu Kolonel Udara dokter Malikoel Saleh.

d.       Peningkatan Kegiatan. Setelah menjadi Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RUSPAU), kegiatan dukungan kesehatan dan pelayanan kesehatan semakin meningkat pula. RUSPAU menerima penderita rawat jalan dan rawat mondok anggota TNI Angkatan Udara beserta keluarganya, yang berada di bawah perawatan Komando Wilayah Udara V (KOWILU V).   Kegiatan dukungan kesehatan meliputi :

1)     Operasi Temulawak I.   Melaksanakan Operasi Temulawak I dari mulai bulan Oktober 1967 sampai dengan November 1967.

2)     Operasi Temulawak II.   Melaksanakan Operasi Temulawak II dan perencanaan operasi Wijaya Kusuma II dengan sasaran pemeriksaan TBC pada anak usia 0-5 tahun.

3)     Operasi Sehat I.   Dilakukan mulai bulan Mei 1969 dan selesai bulan Oktober 1969.

e.   Rumah Sakit Integrated Use (Pemakaian Bersama).   Sejak tahun 1971, RUSPAU telah melaksanakan keputusan KASAU tentang pemakaian bersama. Namun baru tahun 1974 keluar Surat Keputusan Menhankam/PANGAB No. Skep/560/V/1974 yang menyatakan RUSPAU berfungsi sebagai Rumah Sakit Integrated Use / Pemakaian Bersama ABRI.

f.   Pemberian Nama RUSPAU dokter Mohammad Salamun. Mengingat jasa-jasa Marsekal Muda dokter Mohammad Salamun (Alm) pada bidang Kesehatan Penerbangan, dan beliau pernah bertugas di Lanud Husein Sastranegara tahun 1951 sampai 1954, dengan berdasarkan Surat Keputusan Kasau Nomor Skep/2/II/1976, maka terhitung tahun 1976 nama RUSPAU disempurnakan menjadi Rumah Sakit Pusat TNI AU dokter Mohammad Salamun.

g.      Rumah Sakit ABRI Tingkat II. Berdasarkan Surat Keputusan Menhankam/   Pangab. Nomor Skep / 226 / II / 1977 tanggal 28 Februari 1977 RUSPAU dr.M.Salamun diklasifikasikan menjadi Rumah Sakit ABRI Tingkat II, dengan demikian RUSPAU dr. M. Salamun diberikan wewenang untuk melayani anggota ABRI meliputi TNI AU, TNI AD, TNI AL dan POLRI.

h.      Reorganisasi.

1)       Pembinaan Lanud Husein Sastranegara.   Berdasarkan Keputusan Kepala Staf TNI Angkatan Udara No. Kep/25/VII/ 1985 tanggal 11 Maret 1985, status RUSPAU dr. M. Salamun mengalami perubahan alih kelola dari pembinaan Direktorat Kesehatan beralih dibawah pembinaan Lanud Husein Sastranegara, sehingga menjadi Rumah Sakit dr. M. Salamun Lanud Husein Sastranegara.

2)       Sanatorium Paru Pacet.   Berdasarkan Keputusan Kepala Staf TNI Angkatan Udara No. Kep/24/XII/1988 tanggal 20 Desember 1988, adanya perubahan status sanatorium paru Pacet dari bagian penyakit paru Rumah Sakit dr. M. Salamun Lanud Husein Sastranegara menjadi pusat pemulihan Kesehatan Awak Pesawat Udara TNI Angkatan Udara di bawah Lakespra Saryanto Ditkesau.

3)       Badan Pelaksana Teknis Direktorat Kesehatan TNI AU. Sejalan dengan tuntutan organisasi,   Rumah Sakit TNI Angkatan Udara Tingkat. II  dr.s dalam permasalahan, maka diperlukan adanya kendali dan pembinaan oleh Mabes TNI AU sehingga permasalahan Rumah Sakit dapat teratasi.     Berdasarkan Keputusan Kasau Nomor : Kep/03/II/1998 tanggal 3 Februari1998 tentang Pokok-pokok Organisasi dan Prosedur Eselon Pelaksana Pusat Tingkat Mabesau, status Rumah Sakit TNI AU Tk. II dr. M. Salamun Lanud Husein Sastranegara kembali dibawah kendali Pusat sebagai Badan Pelaksana Teknis Diskes TNI AU dengan tugas pokok sebagai berikut :

 a)     Melaksanakan dukungan kesehatan bagi setiap operasi TNI AU.

b)     Melaksanakan pelayanan kesehatan bagi anggota TNI / keluarga.

c)      Sebagai Rumah Sakit rujukan bagi Rumah Sakit TNI AU wilayah Jawa Barat.

 

5.     Kepemimpinan Rumah Sakit dari masa ke masa.

a.      Tahun 1961 – 1970 dipimpin Kolonel Udara dr. Malikoel Saleh.

b.      Tahun 1970 – 1972 dipimpin Kolonel Udara dr. Abdul Murad Nasseri.

c.      Tahun 1972 – 1977 dipimpin Kolonel Kes dr. Wijoto Soebagio.

d.      Tahun 1977 – 1985 dipimpin Kolonel Kes dr. H. Iman Hilman,MPH

e.      Tahun 1985 – 1988 dipimpin Kolonel Kes dr. Sunoto, Sp.THT.

f.       Tahun 1988 – 1990 dipimpin Pejabat Sementara Letkol Kes dr.H.M.Sediyono

g.      Tahun 1990 – 1991 dipimpin Kolonel Kes dr. Edi Suroto.

h.      Tahun 1991 – 1994 dipimpin Kolonel Kes dr. Oetomo Sigit, Sp.KK.

i.       Tahun 1994 – 1996 dipimpin Marsma TNI dr. Norman T. Lubis, Sp.M.

j.       Tahun 1996 – 1998 dipimpin Kolonel Kes dr. A. Hidayat, Sp.B, MARS.

k       Tahun 1998 – 2000 dipimpin Kolonel Kes dr. Landjar Sudibjo.

l.       Tahun 2000 – 2002 dipimpin Kolonel Kes drg. Hartono.

m.     Tahun 2002 – 2005 dipimpin Kolonel Kes dr. Benjamin Tanumihardja.

n.      Tahun 2005 2010 dipimpin Kolonel Kes dr. H. M.F. Mulyono, Sp.THT-KL

o.     Tahun 2010 – 2011 dipimpin oleh Kol. Kes dr. Maryunani S., MS, Sp.KP.

p.      Tahun 2011 – 2012 dipimpin oleh Kol. Kes dr. Asrunsyah N., Sp.PD.

q.      Tahun 2012 - 2013 dipimpin oleh Kol. Kes dr.M.Daradjat,Sp.An.

r.       Tahun 2013 - 2015 dipimpin oleh Kol. Kes dr.Didik Kestito, Sp.BU

s.         Tahun 2015 – Sekarang dipimpin oleh Kol. Kes. dr. Bambang S. G.,Sp.Rad.,MARS.

Social Media

Joomla templates by Joomlashine