Pendahuluan

Kuning/jaundice pada bayi baru lahir atau disebut dengan ikterus neonatorum, merupakan warna kuning pada kulit dan bagian putih dari mata (sklera) pada beberapa hari setelah lahir yang disebabkan oleh penumpukan bilirubin. Gejala ini dapat terjadi antara 25% sampai 50% pada seluruh bayi cukup bulan dan lebih tinggi lagi pada bayi prematur. Walaupun kuning pada bayi baru lahir merupakan keadaan yang relatif tidak berbahaya, tetapi pada usia inilah kadar bilirubin yang tinggi dapat menjadi toksik dan berbahaya terhadap sistem saraf pusat bayi.

Titik berat dari pedoman tatalaksana hiperbilirubinemia adalah menurunkan frekuensi hiperbilirubinemia berat dan ensefalopati bilirubin, serta meminimalisasi hal-hal yang tidak diharapkan seperti meningkatnya kecemasan ibu, menurunnya aktivitas menyusu, terapi yang tidak perlu, dan biaya yang berlebihan.

Hiperbilirubinemia neonatal diartikan sebagai kadar bilirubin serum total (BST) ≥ 5 mg/dL (86 μmol/L). ensefalopati bilirubin akut adalah manifestasi akut dari toksisitas bilirubin yang terlibat dalam minggu-minggu pertama kehidupan, sedangkan istilah kern ikterus merupakan sekuel klinis toksisitas bilirubin yang kronik dan menetap.

Penyebab Kuning Pada Bayi Baru Lahir

Kuning pada bayi baru lahir paling sering timbul karena fungsi hati masih belum sempurna untuk membuang bilirubin dari aliran darah. Kuning bisa terjadi karena beberapa kondisi klinis, diantaranya:

1.            Ikterus fisiologis.    Ikterus fisiologis merupakan bentuk yang paling sering dijumpai pada bayi baru lahir. Jenis bilirubin yang menyebabkan pewarnaan kuning pada ikterus disebut bilirubin tidak terkonjugasi, merupakan jenis yang tidak mudah dibuang dari tubuh bayi. Hati bayi akan mengubah bilirubin ini menjadi menjadi bilirubin terkonjugasi yang lebih mudah dibuang oleh tubuh. Hati bayi baru lahir masih belum matang sehingga masih belum mampu untuk melakukan pengubahan ini dengan baik sehingga akan terjadi peningkatan kadar bilirubin dalam darah yang ditandai sebagai pewarnaan kuning pada kulit bayi. Bila kuning tersebut murni disebabkan karena faktor ini maka disebut sebagai ikterus fisiologis.

2.            Breastfeeding jaundice.   Breastfeeding jaundice dapat terjadi pada bayi yang mendapat ASI eksklusif. Hal ini dapat terjadi akibat bayi kekurangan mendapat ASI yang biasanya timbul pada hari kedua atau hari ketiga pada waktu ASI belum banyak dan biasanya tidak memerlukan pengobatan.

3.            Ikterus ASI (breastmilk jaundice).            Breastmilk jaundice berhubungan dengan pemberian ASI dari seorang ibu tertentu dan biasanya akan timbul pada setiap bayi yang disusukannya bergantung pada kemampuan bayi tersebut mengubah bilirubin indirek. Jarang mengancam jiwa, dan biasanya timbul setelah 4 sampai 7 hari pertama dan berlangsung lebih lama dari ikterus fisiologis yaitu 3 sampai 12 minggu.

4.            Ikterus karena inkompatibilitas ABO dan inkompatibilitas rhesus ibu dan janin.            Ikterus pada bayi baru lahir akan terjadi pada kasus ketidak cocokan golongan darah (inkompatibilitas ABO) dan rhesus (inkompatibilitas rhesus) ibu dan janin. Tubuh ibu akan memproduksi antibodi yang akan menyerang sel darah merah janin sehingga akan menyebabkan pecahnya sel darah merah sehingga  akan meningkatkan pelepasan bilirubin dari sel darah merah.

5.            Ikterus karena lebam pada kulit kepala.           Lebam pada kulit kepala bayi yang disebut dengan sefalhematom dapat timbul dalam proses persalinan. Lebam dapat terjadi karena penumpukan darah beku dibawah kulit kepala. Secara ilmiah tubuh akan menghancurkan bekuan ini sehingga bilirubin juga akan keluar yang mungkin saja terlalu banyak untuk dapat ditangani oleh hati sehingga timbul kuning.

Gejala Kuning Pada Bayi Baru Lahir

Ketika kadar bilirubin meningkat dalam aliran darah maka warna kuning akan dimulai dari kepala, kemudian akan turun ke lengan, badan, dan akhirnya turun ke kaki. Jika kadar bilirubin sudah cukup tinggi maka bayi akan tampak kuning hingga dibawah lutut serta telapak tangan. Cara yang mudah untuk memeriksa warna kuning ini adalah dengan menekan jari pada kulit yang diamati dan sebaiknya dilakukan dibawah cahaya/sinar matahari. Kuning itu sendiri tidak akan menunjukkan gejala klinis tetapi penyakit lain yang menyertai mungkin akan menunjukkan suatu gejala seperti keadaan bayi yang tampak sakit, demam, dan malas minum.

Kapan Menghubungi Dokter ?

Segera hubungi Dokter bila bayi tampak kuning:

1.            Timbul segera dalam 24 jam pertama kelahiran, atau

2.            Kuning menetap lebih dari 8 hari pada bayi cukup bulan dan lebih dari 14 hari pada bayi prematur, atau

3.            Pada observasi di rumah bayi tampak kuning yang sudah menyebar sampai ke lutut/siku atau lebih, atau

4.            Tinja berwarna pucat.

Segera bawa bayi ke instalasi gawat darurat rumah sakit, bila:

1.            Jika ibu/pengasuh melihat bayi tampak sakit (menolak untuk minum, tidur berlebihan, atau lengan dan kaki tampak lemas), atau bila suhu badan melebihi 37,5 0C.

2.            Bila bayi tampak mengalami kesulitan bernafas.

 

Social Media

Joomla templates by Joomlashine